CONTOH KARYA TULIS "UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA MENJADI SALAH SATU PENDIDIKAN TINGGI NEGERI BADAN HUKUM"



BAB I
PENDAHULUAN    
A.    Latar Belakang Penulisan  
          Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Pada era penjajahan Jepang, Jepang memberikan pendidikan pada rakyat Indonesia dengan maksud atau tujuan untuk mendukung kepentingan perangnya. Dari perubahan-perubahan yang dilakukan Jepang terhadap pendidikan Indonesia, hal ini telah mengalami perkembangan. Dari yang mulanya pada masa pendudukan Belanda hanya golongan elite saja yang diberi pendidikan, kini pendidikan diberikan kepada seluruh rakyat Indonesia. Setelah Indonesia mencapai kemerdekaannya, bangsa Indonesia sangat haus akan pendidikan. Oleh karena itu pemerintah harus menyiapkan guru yang bermutu dan bertaraf Universitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang akan merintis terwujudnya masyarakat sejahtera. Karena itulah saya tertarik menjadikan topik ini sebagai bahasan karya tulis yang akan saya tulis.  
B.     Identifikasi Masalah
 1.      Bagaimana sejarah dari Universitas Pendidikan Indonesia?  
2.      Fakultas apa sajakah yang terdapat di Universitas Pendidikan Indonesia?  
3.      Mengapa Universitas Pendidikan Indonesia bias menjadi Pendidikan Tinggi Negeri Badan Hukum?
 C.    Pembatasan Masalah
              Dari identifikasi di atas, penulisan karya tulis ini dibatasi pada masalah mengapa Universitas Pendidikan Indonesia bias menjadi salah satu Pendidikan Tinggi Negeri Badan Hukum.  
D.    PerumusanMasalah
         Mengapa Universitas Pendidikan Indonesia bias menjadi salah satu Pendidikan Tinggi Negeri Badan Hukum?  
E.     Manfaat Penulisan
 1.      Manfaat bagi peneliti Sebagai latihan penulis agar terbiasa membuat karya tulis dan mendapat wawasan serta pengetahuan pada penulis tentang sejarah dan bagaimana peran Universitas Pendidikan Indonesia terhadap Indonesia.
 2.      Manfaat bagi peneliti lain Sebagai referensi tambahan dan pengetahuan tentang sejarah dan peran Universitas Pendidikan Indonesia terhadap kependidikan di Indonesia.
  3.      Manfaat bagi pembaca Berbagi informasi dan pengetahuan tentang sejarah dan peran Universitas Pendidikan Indonesia.   

BAB II 
 METODE PENELITIAN  
  A.    Tujuan Penelitian   
      Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah mengetahui mengapa Universitas Pendidikan Indonesia menjadi Pendidikan Tinggi Negeri Badan Hukum.    
B.     Tempat Penelitian 
 Tempat penelitian dalam karya tulis ini dilakukan di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat.   
 C.    Waktu Penelitian  
Waktu penelitian dalam karya tulis ini dilakukan pada tanggal 13 Maret 2013, pukul 10.15 – 13.00 WIB.    
D.    Metode Penelitian  
Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan:  
1.      Metode Observasi Metode Observasi dilakukan secara langsung ke lokasi atau obyek dengan cara pengamatan dan penelitian. 
2.     Metode Studi Pustaka
           Metode Studi Pustaka dilakukan dengan cara mengambil data dari berbagai sumber yakni internet dan buku.    

BAB III  
HASIL PENELITIAN  
  A.    Penyajian Data
  1.      Metode Observasi
Universitas Pendidikan Indonesia atau yang disingkat UPI, merupakan perguruan tinggi negeri yang terletak di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Universitas berdiri dengan nama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) pada 20 Oktober 1954. Universitas ini memiliki tujuh fakultas, diantaranya Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Pendidikan Ilmu PengetahuanSosial, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan teknologi dan kejuruan, serta bidang teknik, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan dan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis.
Universitas ini memiliki kondisi gedung yang masih cukup terjaga keasliannya yang bergaya Art Deco. Tetapi, dari segi kebersihannya masih ada ruangan-ruangan tertentu yang kebersihannya belum terjaga, salah satunya di bagian aula gedung UPI yang berdebu dan toiletnya yang kotor sepertis udah tidak layak digunakan.
Mahasiswa-mahasiswa UPI terlihat rapi dan sopan dengan pakaian yang digunakannya. Perilaku mahasiswa UPI juga sopan saat kami berkunjung kesana.

2.      Metode Studi Pustaka
Situasi kehidupan manusia yang terbuka dan cepat telah mengubah pola piker masyarakat pada tatanan kehidupan global, pola kehidupa ini yang sering kita sebut globalisasi yang merupakan keniscayaan yang harus dihadapi. Ciri utama dalam kehidupan global adalah adanya persaingan sumber daya manusia. Semua bangsa bersaing untuk dapat keluar sebagai pemenang. Akankah Indonesia keluar sebagai pemenang dalam hal ini?  
Universitas pendidikan Indonesia didirikan pada tanggal 20 Oktober 1954 dengan nama awal Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Bandung (PTPG Bandung). Keyakinan para pendahulunya untuk menyelenggarakan pendidikan guru setaraf Universitas, merefleksikan visi modern yang mengokohkan pendidikan sebagai jantung pembangunan bangsa. Karena itu semangat untuk memposisikan pendidikan sebagai jati diri lembaga akan terus dipertahankan sebagai sebuah sikap dasar yang tidak bias ditawar-tawar lagi. Konsistensi pimpinan Universitas untuk menjadikan pendidikan sebagai jati diri lembaga diantaranya dapat dilihat melalui perubahan nama lembaga ini pada tahun 1999 menjadi Universitas Pendidikan Indonesia.
Wujud nyata peran aktif Universitas Pendidikan Indonesia untuk kemajuan bangsa ini dibuktikan melalui perannya dalam perubahan Indonesia. Lebih dari setengah abad Universitas Pendidikan Indonesia telah banyak menghasilkan lulusan dan karya yang berguna bagi bangsa dan Negara. Lulusan UPI tersebar diseluruh nusantara bahkan diantaranya ada pula yang mengabdikan diri di barbagai Negara yang tersebar di lima benua. Universitas Pendidikan Indonesia sebagai Universitas berlembaga pendidikan Indonesia memiliki visi untuk menjadi yang terdepan dan unggul dalam kompetisi global serta mengikuti percepatan perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui Peraturan Pemerintah No 6 Tahun 2004 Universitas Pendidikan Indonesia berubah status menjadi Universitas Badan Hukum Milik Negara. Status ini memberikan keleluasaan pada Universitas untuk tampil sebagai lembaga mandiri dan otonom. Guna menempatkan diri dalam pergaulan internasional, Universitas Pendidikan Indonesia telah melakukan penggalangan kerja sama internasional mulai dari Join Research and Teaching Program, penguatan jaringan internasional, hingga pertukaran mahasiswa dan staff. Kehadiran mahasiswa dan pengajar asing di Universitas Pendidikan Indonesia telah memberikan warna internasional dan menunjukkan kesiapan Universita dalam menyongsong era global. Kesiapan fisik adalah hal penting lainnya yang patut dibanggakan karena menunjukkan kesiapan Universitas Pendidikan Indonesia untuk berkiprah di kancah dunia internasional. Universitas Pendidikan Indonesia berdiri dengan tujuhfakultas, satu sekolah pascasarjana dan unit-unit kegiatan mahasiswa yang memberikan nilai tambah bagi mahasiswa untuk menjadi kantor terbaik bangsa. Selain itu untuk menjangkau layanan kepada masyarakat, UPI memiliki lima kampus yang tersebar di lima daerah, yaitu UPI kampus Serang, UPI kampus Purwakarta, UPI kampus Cibiru, UPI kampus Sumedang, dan UPI kampus Tasikmalaya. Dengan sarana dan prasarana pendidikan yang berstandar internasional serta dukungan SDM yang berkualitas dan berkompeten dibidangnya, putra putrid terbaik negri ini ditempatkan, dibina, dan dipersiapkan menjadi pilar-pilar bangsa yang mampu mengokohkan Universitas Pendidikan Indonesia sebagai tokoh guru pendidikan bangsa. Aktivitas kemahasiswaan memberikan warna tersendiri dalam kehidupan kampus dimana kehadiran mahasiswa tidak memenuhi tuntutan perkuliahan semata, tetapi lebih kepada upaya mengembangkan diri dalam kegiatan yang mendukungnya. UPI tampil menjadi satu-satunya Lembaga Pendidikan Tinggi di Indonesia yang secara konsisten berkiprah dalam bidang pendidikan.  Dalam menanggapai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, tuntutan masyarakat dan global, UPI tampil mengambil keputusan mengembangkan inovasi pendidikan. Dengan segenap potensi dan upaya yang dimilikinya, UPI menetapkan visi menjadi Universitas pelopor dan unggul.[1]   


A.     Analisis Data
1.      Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia
Universitas Pendidikan Indonesia didirikan pada tanggal 20 Oktober 1954 di Bandung, diresmikan oleh Menteri Pendidikan Pengajaran Mr. Muhammad Yamin. Semula bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG). Gedung utama UPI bermula dari puing sebuah villa yang bernama Villa Isola, merupakan gedung bekas peninggalan masa sebelum Perang Dunia II. (Pada masa perjuangan melawan penjajah, gedung inipernah dijadikan markas para pejuang kemerdekaan). Puing puing itu dibangun kembali dan kemudian menjelma menjadi sebuah gedung bernama Bumi Siliwangi yang megah dengan gaya arsitekturnya yang asli.
Di sinilah untuk pertamakalinya para pemuda mendapat gemblengan pendidikan guru pada tingkat universitas, sebagai realisasi Keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia (Nomor 35742 tanggal 1 September 1954 tentang pendirian PTPG/Perguruan Tinggi Pendidikan Guru).

Pada mulanya PTPG dipimpin oleh seorang Dekan yang membawahi beberapa jurusan atau balai, yakni:
a.       Ilmu Pendidikan
b.      Ilmu Pendidikan Jasmani;
c.       Bahasa dan Kesusastraan Indonesia;
d.      Bahasa dan Kesusastraan Inggris;
e.       Sejarah Budaya;
f.        Pasti Alam;
g.       Ekonomi dan Hukum Negara; dan
h.       Balai Penelitian Pendidikan.
Sejalan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No. 40718/S pada waktu itu, yang menyatakan bahwa PTPG dapat berdiri sendiri menjadi perguruan tinggi atau perguruan tinggi dalam universitas, maka seiring dengan berdirinya Universitas Padjadjaran (UNPAD), pada tanggal 25 November 1958 PTPG diintegrasikan menjadi fakultas utama Universitas Padjadjaran dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Untuk memantapkan system pengadaan tenaga guru dan tenaga kependidikan, berbagai kursus yang ada padawaktu itu, yaitu pendidikan guru B I dan B II, diintegrasikan kedalam FKIP melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 1961.Selanjutnya FKIP
Berkembang menjadi FKIP A dan FKIP B. Pada saat yang sama, berdiri pula Institut Pendidikan Guru (IPG), yang mengakibatkan adanya dualism dalam lembaga pendidikan guru. Untuk menghilangkan dualism tersebut, pada tanggal 1 Mei 1963 dikeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1 tahun 1963, yang melebur FKIP dan IPG menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) sebagai satu satunya lembaga pendidikan guru tingkat universitas. FKIP A/FKIP B dan IPG yang ada di Bandung akhirnya menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung (IKIP Bandung).
IKIP Bandung saat itu telah memiliki lima fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Ilmu Sosial, Fakultas Keguruan Sastra dan Seni, Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta, dan Fakultas Keguruan Ilmu Teknik. Kebutuhan akan tenaga guru kian mendesak, demikian pula tumbuhnya hasrat untuk meningkatkan dan memeratakan kemampuan para guru. Hal ini mendorong IKIP Bandung membuka ekstension, antara tahun 1967 - 1970 IKIP Bandung membuka ekstension di hamper seluruh kabupaten di Jawa Barat.
Peranan IKIP Bandung di tingkat nasional semakin menonjol, setelah pemerintah menetapkan bahwa IKIP Bandung menjadi IKIP Pembina yang diserahi tugas membina beberapa IKIP di luar Pulau Jawa, yaitu IKIP Bandung Cabang Banda Aceh, Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Sesuai dengan kebijaksanaan Departemen P dan K, pada awal tahun 1970 an,
Secara bertahap ekstension tersebut ditutup dan cabang IKIP di daerah menjadi fakultas di lingkungan universitas di daerah masing-masing.
Untuk meningkatkan mutu tenaga pengajar, pada tahun 1970 IKIP Bandung membuka program Pos Doktoral melalui pembentukan Lembaga Pendidikan Pos Doktoral (LPPD) PPS yang mengelola Program S2 dan S3. Pada tahun 1976 LPPD diubah namanya menjadi Sekolah Pasca Sarjana, pada tahun 1981 berubah menjadi Fakultas Pasca Sarjana dan tahun 1991 menjadi Program Pasca Sarjana (PPS). Penataan program pendidikan tinggi yang dilakukan oleh pemerintah dengan menerapkan multiprogram dan multistrata, ditindaklanjuti IKIP Bandung dengan membuka Program Diploma Kependidikan. Untuk meningkatkan kualifikasi guru SD menjadi lulusan D II, tahun ajaran 1990/ 1991, diselenggarakan Program D II Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selain diselenggarakan di Kampus Bumi Siliwangi program ini juga diselenggarakan di Unit Pelaksana Program (UPP) pada beberapa sekolah eks SPG yang diintregarasikan ke IKIP. Guna meningkatkan kualifikasi Guru Taman Kanak-kanaka tau play group pada tahun 1996/1997 IKIP Bandung membuka Program D II PGTK.  Seiring dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi yang memberikan perluasan mandate bagi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang harus mampu mengikuti tuntutan perubahan serta mengantisipasi segala kemungkinan dimasa datang , IKIP Bandung diubah menjadi Universitas Pendidikan Indonesia melalui Keputusan Presiden RI No. 124 tahun 1999 tertanggal 7 Oktober 1999. Pengembangan dan peningkatan UPI tidak saja berorientasi pada bidang akademik, tetapi juga dalam berbagai bidang, termasuk pemantapan konsep dan rencana pembangunannya. Melalui bantuan Islamic Development Bank (IDB) tengah merancang dan menata pembangunan gedung kampus yang megah, modern dan representative sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar. Bermodalkan kemampuan yang dimiliki Universitas Pendidikan Indonesia bertekad menjadikan lembaga pendidikan ini terdepan dan menjadi Universitas Pelopor dan Unggul (a Leading and Outstanding University).
2.      Fakultas-Fakultas UPI
Universitas Pendidikan Indonesia memiliki tujuh fakultas yaitu pertama, FIP (Fakultas Ilmu Pendidikan) ialahf akultas yang menghasilkan guru dan tenaga kependidikan di bidang Filsafat dan Sosiologi Pendidikan, Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Administrasi Pendidikan, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Luar Biasa, Guru Sekolah Dasar, Guru Anak Usia Dini dan juga sarjana Psikologi.
Kedua, FPIPS (Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) ialah fakultas  yang menyelenggarakan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian
Kepada Masyarakat untuk mempersiapkan sumber daya manusia dalam bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, untuk berbagai jenis dan jenjang pendidikan, dan ilmu-ilmu sosial untuk berbagai jenis keahlian dan profesi.
Ketiga, FPBS (Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni) ialah fakultas yang melakukan pembinaan sumber daya manusia dalam disiplin ilmu kependidikan dan pendidikan disiplin ilmu bahasa, sastra, dan seni untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan kompetitif, serta memiliki kompetensi dalam dunia pendidikan, industri, dan wirausaha.
Keempat, FPMIPA (Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) ialah fakultas yang mengupayakan pembinaan sumber daya manusia dalam bidang Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (PMIPA) dan bidang MIPA yang diperlukan oleh berbagai jenis dan jenjang pendidikan yang relevan serta dunia industri.
Kelima, FPTK (Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan) ialah fakultas yang mendidik tenaga kependidikan teknologi dan kejuruan untuk menghasilkan Sarjana dan Ahli Madya PendidikanTeknologi dan Kejuruan (guru, ahli pendidikan, dan tenaga kependidikan lainnya) secara akademis dan profesional, sehingga berkontribusi bagi peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia. Fakultas ini juga mendidik tenaga ahli teknik secara akademis dan professional untuk menghasilkan Sarjanadan Ahli Madya Teknik, yang diperlukan bagi pembangunan industri dan sektor-sektor

Pembangunan nasional lainnya yang relevan. Selain itu, lembaga ini juga melakukan penelitian dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan teknologi dan kejuruan, serta bidang teknik.
Keenam, FPOK (Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan) ialah fakultas yang membina dan mengembangkan bidang keolahragaan. Lulusannya diarahkan untuk menjadi tenaga pendidik di bidang penjas dan olahraga yang terampil, berilmu, dan berwatak, serta mencetak lulusan yang dapat menjadi pelatih cabang-cabang olahraga, tenaga penggerak dan pengelola olahraga masyarakat, serta tenaga ahli profesional di bidang pengembangan ilmu-ilmu keolahragaan (sport sciences). Sasaran layanannya bukan saja pendidikan formal atau persekolahan, tetapi termasuk pelayanan di bidang olahraga di luar setting persekolahan, yaitu menjadi pembina di bidang rekreasi dalam arti luas, pelatih olahraga dan manajer olahraga di masyarakat.
Ketujuh, FPEB (Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis) fakultas ini memiliki 4 program studi kependidikan yaitu: Pendidikan Manajemen Bisnis, Pendidikan Ekonomi dan Koperasi, Pendidikan Akuntansi, dan Pendidikan Manajemen Perkantoran, serta dua program studi non kependidikan yaitu Akuntansi dan Manajemen, lulusan yang dihasilkan tenaga pengajar professional dalam bidang ekonomi dan koperasi, akuntansi, tata niaga, dan administrasi perkantoran serta tenaga ahli professional manajemen dan akuntansi.

3.      Salah Satu Pendidikan Tinggi Negeri Badan Hukum
Universitas Pendidikan Indonesia (disingkat UPI) adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang kampus utamanya berkedudukan di Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Sejaktahun 2012, UPI berstatus sebagai perguruan tinggi yang diselenggarakan pemerintah (PTP), berubah dari status sebelumnya sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN).
Untuk memperluas jangkauan dalam mendukung pembangunan nasional, UPI harus mampu berdiri sendiri dan berkiprah. Kebulatan tekad ini menumbuhkan keyakinan akan kemampuan yang telah dimilikinya. Tekad ini member keyakinan kepada pemerintah bahwa UPI telah dapat bediri sendiri dan dapat diberikan tanggungjawab yang lebih besar.Dengan kepercayaan ini, melalui Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2004. UPI diberi otonomi dan menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA PROFESI (Standar Teknik dan Standar Manajemen)

LAPORAN PRAKTEK DISPERSI CAHAYA

Menjunjung Tinggi Kemanusiaan Bersama PMI