Komputer Industri 1 : contoh soal menggunakan software LINDO
Pimpinan
perusahaan kayu, akan membuat kursi biasa, kursi eksekutif dan meja eksekutif.
Untuk itu diperlukan bahan mentah dalam satuan m3, waktu mesin untuk memproses (dalam jam) dan tenaga
kerja dalam jam. Untuk 1 unit kursi biasa, kursi eksekutif dan meja eksekutif
memerlukan bahan mentah, waktu mesin dan tenaga seperti tabel berikut. Bahan
mentah hanya tersedia 300 m3,
waktu mesin 120 jam dan tenaga kerja 90 jam.
|
Produksi
|
Bahan mentah (m3)
|
Waktu mesin
(jam)
|
Tenaga kerja
(jam)
|
|
Kurai
Biasa
|
10
|
3
|
2
|
|
Kursi
Eksekutif
|
12
|
5
|
4
|
|
Meja
Eksekutif
|
20
|
6
|
5
|
Apabila
dijual satu kursi laku Rp 20 ribu, kursi eksekutif laku Rp 35 ribu dan meja eksekutif
laku Rp 50 ribu. Kalau X1 = banyaknya kursi biasa, X2 =
banyaknya
kursi eksekutif, dan X3 = banyaknya meja eksekutif. Buatlah
formulasi model linear programmingnya dengan hasil penjualan maksimum dan memperhatikan
pembatasan yang ada.
Formulasi
Pemprograman Linier
- Variabel Keputusan
X1 :
banyaknya kursi biasa
X2 : banyaknya
kursi eksekutif
X3 :
banyaknya meja eksekutif
- Fungsi Tujuan
Mencari keuntungan
terbesar : Z = 20000X1 + 35000X2 + 50000X3
- Kendala Keterbatasan Input
Bahan mentah : 10X1 + 12X2 + 20X3
≤ 300
Waktu mesin : 3X1
+ 5X2 + 6X3 ≤ 120
Tenaga kerja : 2X1
+ 4X2 + 5X3 ≤ 90
- Syarat tidak boleh negative, yaitu :
X1 ≥ 0 ; X2
≥ 0
Berikut adalah cara penyelesaiannya
menggunakan program Lindo :
1. Membuka
software Lindo untuk melakukan
perhitungan. Lalu akan muncul pada desktop seperti ini
2. Masukkan
keterangan-keterangan mengenai harga dan variabel-variabel yang dipakai, Zmax
dan kendalanya yang berupa bahan mentah, waktu mesin, dan tenaga kerja. Dan
diakhiri dengan end seperti berikut.
3. Lalu
pilih menu Solve dan pilih Solve atau tekan tombol Ctrl + S.
Setelah
itu akan muncul tampilan seperti ini. Pilih yes. Untuk mengetahui hasil
outputnya.
4. Klik close untuk melihat hasil
outputnya
5. Hasil
output akan muncul pada desktop. Dan berikut hasil output yang kita proses
Interpretasi
nilai – nilai output diatas sebagai berikut :
1. Objective
Function Value
Nilai
yang tertera pada Objective Function Value merupakan solusi optimal dari fungsi
objektif.
Dalam
hal ini, solusi optimal tercapai pada X1 = 0, X2 = 15,
dan X3 = 6, sehingga Z = 20000 X1 +35000 X2
+50000 X3 = 825000.
2. Value
and Reduced Cost
Ada
nilai pada reduced cost dan 0 pada value di variabel X1. Hal ini
menunjukkan bahwa kurang optimal atau belum layak dipakai pada produk kursi
biasa. Dengan demikian perlu adanya penambahan keuntungan pada kursi biasa
supaya reduced costnya bernilai 0.
3. Slack
or Surplus Value
Pada
Bahan Mentah dan Tenaga Kerja, nilai slack or surplus = 0. Ini artinya bahwa
pada strategi yang optimal, untuk memproduksi X1 = 0, X2
= 15, dan X3 = 6 memerlukan seluruh Bahan Mentah dan Tenaga Kerja
sehingga kedua input tersebut berjalan dengan baik dan sesuai dengan keinginan.
Sebaliknya untuk waktu Mesin nilai slack or surplus = 9 yang artinya bahwa
input ini masih menyisahkan waktu mesin 9 jam pada saat strategi produksi yang
optimal.
4. Dual
Prices
Harga
dual menunjukkan kontribusi keuntungan bila kapasitas suatu input dinaikan.
Nilai dual untuk bahan mentah sama dengan 1250, waktu mesin sama dengan nol,
dan tenaga kerja sama dengan 5000. Artinya bila kapasitas bahan mentah dinaikan
1 unit, keuntungan akan naik Rp 1250,-.Sedangkan nilai dual waktu mesin
bernilai nol mengindikasikan bahwa meskipun dinaikan keuntungan tidak akan
meningkat. Ini disebabkan karena pada strategi optimal, waktu mesin belum
termanfaatkan semua sehingga bila kapasitas ditingkatkan akan sia-sia saja.
Selanjutnya untuk tenaga kerja bila dinaikan 1 unit akan memberikan keuntungan
yang meningkat pula sebesar Rp. 5000,-. Harga dual dengan nilai slack atau
surplus sangat berhubungan yaitu “bila dual berharga nol, slack or surplus
berharga tidak nol. Sebaliknya bila dual berharga tidak nol, niali slack or
surplus berharga nol”.
5. Objective
Function Coefficient Ranges
Koefisien
dari keuntungan X1 (kursi biasa) yang semula Rp 20.000, namun jika
harga kursi biasa dikurangi berapapun tidak akan mempengaruhi pendapatan
perusahaan. Tetapi jika kursi biasa tersebut ditolerir kenaikannya sebesar Rp 2.500
sehingga menjadi Rp 22.500.
Koefisien
dari keuntungan X2 (kursi eksekutif) yang semula. Rp 35.000, Jika
kursi eksekutif keuntungannya diturunkan sebesar Rp 5.000 menjadi Rp 30.000
ataupun naik menjadi Rp 40.000.
Koefisien
dari keuntungan X3 (meja eksekutif) yang semula Rp 50.000, jika
diturunkan sebesar Rp 3.125 menjadi Rp 46.875 , jika dinaikkan sebesar Rp 8.334
akan meningkat menjadi Rp 58.334 .Tanpa mengubah solusi optimum X1 =
0, X2 = 15, dan X3 = 6
6. Right hand
Side Ranges
Pada
bahan mentah awal menunjukan sebanyak 300 m3 bahan mentah. Namun
jika bahan mentah dikurangi sebanyak 30 m3 maka hasil bahan mentah
untuk memproduksi kursi dan meja menjadi 270 m3. Jika bahan mentah dinaikan
menjadi 60 m3 maka bahan mentah akan menjadi 360 m3.
Untuk
waktu penggunaan jam kerja mesin menunjukan hasil jam kerja sebanyak 120 waktu
jam kerja. Jika waktu jam kerja mesin dikurangi sebanyak 9 waktu jam kerja mesin , maka hasil menunjukan
waktu jam kerja mesin sebanyak 111 waktu jam kerja. Namun jika mesin ditambah
waktu jam kerja, maka perusahaan tidak akan mengalami peningkatan.
Pada
banyakanya tenaga kerja perusahaan mendapatkan hasil sebanyak 90 tenaga kerja
namun jika tenaga kerja dikurangi sebanyak 15 maka tenaga kerja perusahaan itu
menjadi 75 tenaga kerja. Namun jika jumlah tenaga jam kerja ditambah menjadi 7
tenaga kerja maka perusahaan mendapat jumlah tenaga kerja sebanyak 97 tenaga
kerja.











Komentar
Posting Komentar