ETIKA PROFESI (Standar Teknik dan Standar Manajemen)
A. STANDAR
TEKNIK
Standar Teknik adalah serangkaian
eksplisit syarat yang harus dilengkapi oleh BAHAN, PRODUK, atau LAYANAN. Jika
bahan, produk atau jasa gagal melengkapi satu atau lebih dari spesifikasi yang
berlaku, kemungkinan akan disebut sebagai berada di LUAR SPESIFIKASI. Standard
teknik merupakan jenis sebuah standar yang sering dirujukoleh suatu kontrak
atau dokumen pengadaan. Standard teknik dapat ditulis oleh instansi pemerintah,
organisasi standar (ASTM, ISO, CEN, dll) asosiasi perdagangan,perusahaan,dan
lain-lain.
Macam Macam Standar Teknik
1. ASME (American Society of Mechanical Engineers)
ASME adalah salah satu organisasi yang terkemuka di dunia,
yang mengembangkan dan menerbitkan kode dan standar. ASME didirikan pada 1880
oleh Alexander Lyman Holley, Henry Rossiter Worthington, John Edison Sweet and
Matthias N. Forney dalam menanggapi berbagai kegagalan uap boiler tekanan
pembuluh. ASME mendirikan sebuah komite pada tahun 1911 untuk merumuskan aturan
untuk pembangunan ketel uap (steam
boilers) dan bejana tekan (pressure
vessels) lainnya. Selain itu, ASME telah membentuk komite lainnya yang
mengembangkan berbagai kode dan standar lainnya, seperti ASME B31, Kode untuk Pressure Piping. Adapun cakupan ASME
adalah sebagai berikut:
a. ASME
Section I (2010) Membahas tentang Konstruksi Power Boiler (Rule for Construction of Power Boiler)
b. ASME
Section II (2010) Mambahsa tentang Material
c. ASME
Section IX (2010) Membahas tentang Kualifikasi welding dan Brazing (Welding
and Brazing Qualification)
d. ASME
Section V (2010) Mambahas tentang Nondestructive
Examination
e. ASME
Section VIII (2010) Membahas tentang Konstruksi Power Boiler (Rule for Construction of Power Boiler)
f. ASME
Section XI (2010) Membahas tentang Rule Inspeksi Komponen Power Plant Nuklir (Rule for
Inservice Inspektion of Nuclear Power Plant Components)
2. ANSI (The American National Standards Institute)
ANSI adalah sebuah kelompok yang mendefinisikan standar
Amerika Serikat untuk industri pemrosesan informasi. ANSI (American National Standards Institute) didirikan pada tanggal 19
Oktober 1918. ANSI adalah lembaga amerika yang mengeluarkan standard ASCII
(American Standard Code for Information Interchange). ASCII merupakan suatu
standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode
tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter
"|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk
menunjukkan teks. SQL adalah standar ANSI bahasa pemrograman untuk mengakses dan
memanipulasi database. Statemen SQL digunakan untuk menerima, mengubah dan
menghapus data. SQL bekerja dengan berbagai sistem database antara lain MS
Access, DB2, Informix, MS SQL Server, Oracle, Sybase, dll. ANSI juga
mengeluarkan standar bahasa C pertama yaitu ANSI C.
3. IEEE
IEEE adalah organisasi nirlaba internasional, yang
merupakan asosiasi profesional utama untuk peningkatan teknologi. Sebelumnya,
IEEE merupakan kepanjangan dari Institute of Electrical and Electronics
Engineers. Namun berkembangnya cakupan bidang ilmu dan aplikasi yang diperdalam
organisasi ini membuat nama-nama kelektroan dianggap tidak relevan lagi, sehingga
IEEE tidak dianggap memiliki kepanjangan lagi, selain sebuah nama yang dieja
sebagai Eye-triple-E. Di samping society, IEEE memiliki badan standard
(Standard Association, IEEE-SA). Beberapa
standar IEEE :
a. IEEE 802.3
— Ethernet akses LAN.
b. IEEE 802.11
— Wifi, akses wireless LAN.
c. IEEE 802.16
— WiMAX, akses wireless MAN.
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access)
adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan
sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang
menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi
broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70
MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last
mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.
4. API (American Petroleum Institute)
API adalah suatu “Main
US trade association ” untuk Industri Oil
and Gas yang mewakili sekitar 400 Perusahaan yang tersebar di Production, Refinement and Distribution,
serta industry lainnya, kadang juga disebut sebagai AOI atau American Oil Industry. Sejak tahun 1924,
API sudah membuat standard untuk keperluan Industri Minyak dan Gas Alam dunia.
API menghasilkan standar, praktek-praktek yang dianjurkan, spesifikasi, kode
dan publikasi teknis, laporan dan studi yang mencakup setiap segmen industri. Berikut adalah standar API:
5. TIA (Asosiasi
Industri Telekomunikasi)
Asosiasi Industri Telekomunikasi (TIA) adalah suatu
organisasi terpisah yang diakui oleh ANSI dan bekerjasama dengan Asosiasi
Industri Elektronika (EIA). TIA dikenal terbaik untuk mengembangkan standard
pemasangan kabel menggunakan disain dan instalasi sistem pemasangan kabel yang
terkoordinasi sehingga mampu untuk mendukung suatu cakupan aplikasi yang luas
dan memenuhi kebutuhan kecepatan yang tinggi pada masa kini dan mendatang. Standar
TIA yaitu:
a. TIA-942 Standar infrastruktur telekomunikasi untuk
Pusat Data
b. TIA-568-C Standar kabel komunikasi, digunakan untuk
jaringan suara, video dan data
c. TIA-569-B Standar Gedung Komersial untuk Jalur dan
Ruang Telekomunikasi
d. TIA-607-B Standar landasan – pembumian komersial
e. TIA-598-C Kode warna Fiber optic
f. TIA-222-G Standar Struktural untuk struktur antena
pendukung dan antena
g. TIA-602-A Sistem Transmisi Data dan Perlengkapan,
Standar umum ketentuan dasar Hayes
h. TIA-102 – Komunikasi seluler untuk Kenyamanan Publik
(APCO/P25)
B. STANDAR MANAJEMEN
Standar manajemen adalah struktur
tugas, prosedur kerja, sistem manajemen dan standar kerja dalam bidang
kelembagaan, usaha serta keuangan. Namun pengertian standar manajemen akan
lebih spesifik jika menjadi standar manajemen mutu, untuk mendukung standarisasi
pada setiap mutu produk yang di hasilkan perusahan maka hadirlah Organisasi
Internasional untuk Standarisasi yaitu Internasional
Organization for Standardization (ISO) berperan sebagai badan penetap
standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil badan standarisasi nasional
setiap negara ISO didirikan pada 23 februari 1947, ISO menetapkan
standar-standar industrial dan komersial dunia.
1. ISO 9000
ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem
manajemen mutu (SMM). ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu
organisasi internasional di bidang standardisasi. ISO 9000 pertama kali
dikeluarkan pada tahun 1987 oleh
International Organization for Standardization Technical Committee (ISO/TC)
176. ISO/TC inilah yang bertanggungjawab untuk standar-standar sistem manajemen
mutu. ISO 9000 mencakup standar-standar di bawah ini:
- ISO 9000 – Quality Management Systems – Fundamentals and Vocabulary: mencakup dasar-dasar sistem manajemen kualitas dan spesifikasi terminologidari Sistem Manajemen Mutu (SMM).
- ISO 9001 – Quality Management Systems – Requirements: Standar ini memberikan daftar persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah organisasi apabila mereka hendak memperoleh kepuasan pelanggan sebagai hasil dari barang dan jasa yang secara konsisten memenuhi permintaan pelanggan tersebut.
- ISO 9004 – Quality Management Systems – Guidelines for Performance Improvements: mencakup perihal perbaikan sistem yang terus-menerus. Bagian ini memberikan masukan tentang apa yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sistem yang telah terbentuk lama.
2. Sistem
Manajemen Produksi TQM
Total
Quality Management (TQM) mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi
organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM sangat
bermanfaat baik bagi pelanggan, institusi, maupun bagi staf organisasi.
Manfaat TQM bagi pelanggan adalah:
- Sedikit atau bahkan tidak memiliki masalah dengan produk atau pelayanan.
- Kepedulian terhadap pelanggan lebih baik atau pelanggan lebih diperhatikan.
- Kepuasan pelanggan terjamin.
Manfaat TQM bagi institusi adalah:
- Terdapat perubahan kualitas produk dan pelayanan
- Staf lebih termotivasi
- Produktifitas meningkat
- Biaya turun
- Produk cacat berkurang
- Permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat.
Manfaat TQM bagi staf Organisasi adalah:
- Pemberdayaan
- Lebih terlatih dan berkemampuan
- Lebih dihargai dan diakui
Tujuh konsep program TQM yang efektif yaitu perbaikan
berkesinambungan, Six Sigma, pemberdayaan pekerja, benchmarking, just-in-time
(JIT), konsep Taguchi, dan pengetahuan perangkat TQM.
3. Standar
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pengertian Sistem Manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan
Kerja) menurut Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja ialah bagian dari sistem secara keseluruhan yang meliputi
struktur organisasi, perencanaan, tanggungjawab, pelaksanaan, prosedur, proses
dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian,
pengajian dan pemeliharaan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam
rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna
terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Elemen-Elemen Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja bisa beragam tergantung dari sumber
dan aturan yang kita gunakan. Secara umum, Standar Sistem Manajemen Keselamatan
Kerja yang sering dijadikan rujukan ialah Standar OHSAS 18001:2007,
ILO-OSH:2001 dan Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
4. OHSAS 18000
Standar OHSAS 18000 merupakan spesifikasi dari sistem
manajemen kesehatan dan keselamatan kerja internasional untuk membantu
organisasi mengendalikan resiko terhadap kesehatan dan keselamatan pekerjanya. Apabila
perusahaan tersebut bergerak di bidang industri yang memproduksi suatu barang
dengan menggunakan alat-alat berat yang paling diutamakan adalah kesehatan dan
keselamatan karyawan dalam bertugas, sehingga perusahaan harus memperhatikan
kebutuhan fisik terhadap karyawan, seperti memberi makan kepada karyawan pada
waktu jam makan dan istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan karyawan. Bagi
keselamatan karyawan harus lah menggunakan pakaian yang aman atau pelindung
diri menurut aturan perusahaan sehingga memperkecil tingkat kecelakaan.
5. Standar
Manajemen Lingkungan
Sistem manajemen lingkungan merupakan program yang harus
diterapkan oleh setiap pemilik usaha atau perusahaan dalam bidang apapun
sebagai jaminan bahwa usaha yang dijalankan tidak akan mendatangkan potensi
merusak bagi lingkungan dalam operasinya. Agar setiap perusahaan atau usaha
memiliki standar yang sama dalam hal menjalankan sistem operasional dengan
standar ramah lingkungan, sistem manajemen lingkungan yang diterapkan
masing-masing perusahaan harus berdasarkan standar resmi internasional yaitu
ISO 14001. Untuk menfasilitasi penerapan standar ISO 14001 di Indonesia dan
mempermudah penerapan dilapangan, maka Kementerian LH bekerjasama dengan BSN
telah melakukan adopsi terhadap beberapa Standar Internasional ISO 14000
menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Standar yang telah diadopsi tersebut
diantaranya :
- Sistem Manajemen Lingkungan-Spesifikasi dengan Panduan Penggunaan (SNI 19-14001-1997).
- Sistem Manajemen Lingkungan-Pedoman Umum Prinsip Sistem dan Teknik Pendukung (SNI 19-14004-1997).
- Pedoman Audit Lingkungan-Prinsip Umum (SNI 19-1410-1997).
- Pedoman Untuk Pengauditan Lingkungan – Prosedur Audit – Pengauditan Sistem Manajemen Lingkungan (SNI 19-14011-1997).
- Pedoman Audit untuk Lingkungan – Kriteria Kualifikasi untuk Auditor Lingkungan (SNI 19-14012-1997).






Komentar
Posting Komentar