Contoh Cerpen Pengalaman



Demi Eskrim
Cerita ini berawal saat aku duduk di bangku SMP kelas 3.Aku memiliki 3 orang sahabat bernama Firda, Desty, dan Sundari. Kita selalu bersama-sama bagaikan lem dan kertas. Istirahat ke kantin, pergi ke mushola, dll.
Saat itu sedang maraknya es krim bermerk magnum. Semua teman-teman kelas ku membicarakan eskrim tersebut. Entah rasanya, bentuknya, atau harganya. Kami berempat pun ikut penasaran dengan eskrim tersebut. Sepertinya eskrim itu patut kita cicipi. Tapi, setelah kami mengetahui harga dari eskrim tersebut, kami hampir putus asa karena harganya yang mahal. Tiba-tiba muncul sebuah  ide dari Sundari  “aku ada ide! Gimana kalau kita patungan aja buat beli eskrim itu?” Desty menjawab “Cuma beli satu dong kalo gitu? Aku pengennya semua pada beli”.Kata-kata Desty membuat kami bingung sejenak. Setelah beberapa menit berlalu, terlintas di pikiranku sebuah ide yang menurutku bagus “gimana kalau kita nabung aja? Kalau udah kekumpul semua uangnya, baru deh beli es krimnya”. “setuju! setuju!” jawab Firda dan Sundari. “iya boleh tuh, nabungnya mau berapa-berapa?” Tanya Firda. “seribu aja lah haha” jawab Desty sambil cekikikan. Kami pun menyetujuinya.
Hari demi hari aku selalu sisihkan uang jajanku untuk ditabung demi eskrim itu, begitu juga dengan teman-temanku yang lainnya. Kami benar-benar sudah tidak sabar lagi ingin cepat terkumpul uangnya. Aku ingin cepat-cepat mencicipi eskrim yang kata teman-teman kelasku itu enak.
Setelah 10 hari, uang kami berempat pun akhirnya terkumpul juga.Benar-benar sebuah perjuangan hanya demi membeli sebatang eskrim untuk perorangnya. Kami pun langsung bergegas ke supermarket dekat sekolah. Saat sudah di dalam, kami menuju tempat penyimpanan eskrim yang terletak di sudut ruangan. Kami bergantian mengambil eskrim yang kita idamkan. Kami langsung membawanya ke tempat kasir. Setelah sudah terbayar semua, kita pun keluar dari supermarket dan mengambil eskrim dari kantong plastic berwarna putih. Ku buka plastic yang membungkus eskrimitu. Lalu keluar uap dingin yang muncul dari eskrim itu dan akhirnya kumakan sedikit demi sedikit eskrim itu sampai hanya tersisa batang es krimnyasaja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA PROFESI (Standar Teknik dan Standar Manajemen)

LAPORAN PRAKTEK DISPERSI CAHAYA

Menjunjung Tinggi Kemanusiaan Bersama PMI